Minggu, 23 Desember 2012

Kisah Seorang Pelajar Memukul Ayahnya Dengan 'MUSHAF'


Bismillah.

Dalam setiap perjalanan kehidupan yang kita lewati, begitu banyak hikmah dan ibroh yang bisa kita petik untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Hikmah dan ibroh tersebut senantiasa ada disekeliling kita, tinggal bagaimana upaya kita untuk merenungi hikmah dan ibroh tersebut. Malam hari ini, kembali saya dapatkan sebuah cerita yang sangat menyentuh dan penuh hikmah tentang bakti kepada kedua orang tua. Seperti judul dalam postingan ini, begitulah judul kisah yang saya dapatkan dari catatan seorang teman FB. Semoga apa yang saya bagikan di sini dapat diambil faidahnya oleh kita semua.
Adalah seorang siswa kelas 3 Tsanawi [3 SMA] di sebuah negeri Arab yang berbakti pada kedua orang tuanya. Kala hari ia menerima rapor nilai semester 1, ia pulang ke rumah dari sekolahnya dengan ruah gembira; karena ia mendapat nilai rata-rata 96!!! Lalu ia menemui ayahnya dengan penuh sukacita. Ayahnya pun melihat rapor tersebut, merangkul anaknya dan berkata: "Pintalah apa yang kau mau sebagai hadiah dariku." 

Maka sang anak pun menjawab serta merta: "Aku ingin MOBIL!!!" yang rupa-rupanya mobil termaksud adalah yang selangit ia punya harga.

Lalu sang ayah berkata: "Demi Allah, nak...saya akan menghadirkan di hadapanmu sesuatu yang lebih mahal dari mobil tersebut!" Maka sang anak pun semakin senang, namun sang ayah berujar: "Dengan syarat: Kelak di semester berikutnya, kau harus lebih lebih giat lagi, lalu mendapat nilai yang sama tingginya atau lebih tinggi lagi"                                                                  
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hari bergulir, semester kemudian pun bergilir, dan segalanya terasa begitu saja mengalir. Ternyata sang anak berhasil lulus dengan nilai rata-rata 98!!!  Ia pun berlari ke rumah dan tiada sekerut pun kulit wajahnya melainkan terpncar seri kebahagiaan. "Ayaaah....ayaaaah..."
Ia tak menemukan ayahnya, namun ibunya terlihat. Diciumnya kepala sang ibu dan bertanyalah ia: "'Apa ayah ada di rumah???" 

Ibu menjawab: "Ia sedang di maktabah [perpustakaan] rumah."Sang anak pun mengunjunginya. Hendaknya ia pun memamerkan hasil perjuangannya. Ketika sang ayah melihat ijasah anaknya, ia berkata: "Ambillah hadiah ini untukmu." sembari menyodorkan padanya sebuah mushaf biasa. Sang anak pun menerkam: "SETELAH SEGALA LETIHKU, AYAH HANYA MEMBERIKU MUSHAF!???" Lalu ia pun melempar mushaf tersebut ke muka ayahnya!!! Dan sebelum keluar dari area rumah, ia berteriak: "AKU TIDAK AKAN KEMBALI KE RUMAH INI LAGI!!!"

Dan ia tak henti mencela bapaknya....
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Beberapa bulan berlalu, sang anak menyesali perbuatannya. Ia pun kembali ke rumah. Dan ternyata ayahnya telah wafat.

Ia menemukan mushaf hadiah ayahnya di kamar. Berkecamuk rasa penasaran akan apa yang sebenarnya diinginkan ayahnya kala itu. Ia pun mengambil mushaf tersebut bermaksud membaca beberapa ayt saja. Betapa kagetnya ia melihat rupanya mushaf tersebut hanyalah 'ulbah [box/kotak] dan di dalamnya ada sebuah kunci mobil yang dahulu dijanjikan oleh ayahnya.

Kekakuan jasad pun menyerang...lisan tak hendak bukakan kunci agar berbicara biar sepatah kata sesalan...lalu...deraslah air mata laksana hujan sekali setelah bertahun lamanya....

Kisah masyhur tersebar di Internet. Silahkan cari via Google dengan judul:
قصة شاب ضرب والده بالمصحف الشريف

========================================================================

 فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرً

"....maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Ya Rabb-ku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.’” [Al-Israa' : 23-24]

Jika satu dari keduanya meninggalkanmu, sungguh telah tertutup satu dari sekian pintu surga dalam hidupmu.Jika keduanya telah meninggalkanmu, sungguh telah tertutup dua pintu surga dalam hidupmu.Dan kesempatan yang tersiakan, takkan terpanggil kembali...meskipun darah adalah yang menderas dari kedua matamu. 

Dan...tidak ada manusia yang lebih ikhlas dan tulus dalam mendoakan manusia lain...melainkan doa orang tua pada buah hatinya   

Maka, apakah menunggu perginya mereka baru kau berupaya menabur bakti?   

Apakah menunggu perginya mereka baru kau berupaya menabur bakti?     

Apakah menunggu perginya mereka baru kau berupaya menabur bakti?      
Ditulis oleh Al Akh Hasan Jaizy

Diposting ulang oleh saya sendiri -Abu Affan-, untuk diambil faidahnya. Baarokallohufiikum.

Sumber: http://www.facebook.com/notes/hasan-al-jaizy/kisah-seorang-pelajar-memukul-ayahnya-dengan-mushaf/483858818297011

1 komentar:

aburasyid mengatakan...

kisah yang penuh hikmah akhi. jazakallah khairan.
seharunya menjadi hikmah untuk kita selalu mencintai kedua orang tua.

Poskan Komentar

Silakan komentar di bawah sini ya...

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes